Saat ini, di kepalaku ada berbagai macam ide yang ingin aku tuliskan. Entah itu tulisan untuk FLP Jambi, atau tulisan hanya untuk sekedar meng-Update blogku ini. tapi semua itu terbantahkan hanya karena mendengar, melihat dan merasakan ketabahan, jiwa besar 2 laki-laki yang aku kenal baik (?).
Pertama, Bang Toni (BS). Dulu dia sempat direndahkan, karena tarbiyahnya lebih rendah dari aku oleh seseorang oknum berlabel da’i yang secarang langsung mengatakan kepadaku. Terlalu cepat menjustifikasi memang.
Kisahnya seperti ini, dulu kami berdua akan mengadakan sebuah training untuk para orang tua, dalam hal pendidikan dan pengasuhan anak. Bagaimana membesarkan anak tanpa mengeluarkan makian, ancaman bahkan serangan secara fisik. Training ini berskala nasional. Mendatangakn pembicara langsung Head Leader Trainer-nya.
Tapi ternyata, acara tersebut tiba2 berbenturan dengan acara perkemahan sebuah kelompok politik, dalam rangka menyiapkan pilgub di Jambi. Padahal sudah jauh2 hari (3 bulan sebelum hari H) Bang Toni ini meminta izin kepada pihak strukture. Tapi apa yang ditangkap “Ahh itukan masalah loe!” they don’t care. Hilang ukhuwah itu hanya demi syahwat politik, padahal kata salah seorang ustadz juga, yang mengatakan acara perkemahan itu bisa minggu depannya lagi berdasarkan himbauan dari pusat.
Kulihat kekecewaan di wajahnya, tapi kata2 yang mengalir dari bibirnya justru adalah sebuah hikmah yang banyak untukku. Padahal bila hal ini terjadi padaku, entah apa yang akan kukatakan tentang mereka yang tak peduli itu. Sekumpulan pemuda pragmatis yang cari muka pada ustadz-ustadznya.
Sulit tuk kugambarkan tentang ketabahan beliau. Acara nasional harus dibentur dengan acara perkemahan yang mana, demi mengikuti taklimat beberapa peserta dari kalangan tarbiyah terpaksa men-cancel agenda Training ini. sehingga berdampak pada jumlah peserta yang kurang dari kuota nasional. Dewasa sekali. I Love you bang... aku memang lebih dulu di tarbiyah, tapi di mataku kedewasaanmu pada saat itu menjadi contoh yang berat untuk aku ikuti.
Kedua, mas Tono (bukan nama sebenarnya), beliau ini sudah tertipu berjuta-juta, tapi ketika berbicara padaku, seakan-akan seperti kehilangan uang seribu rupiah. Tenang dan tidak terasa emosinya. Padahal penipuan ini sungguh bersifat sistemik, hakim pun akan bingung. Ada sebuah kisah tenang ketenangan jiwa seorang pencuri;
Pada zaman sahabat, terjadi pencurian di sebuah istana. Akhirnya dikumpulkanlah beberapa orang yang dicurigai di hadapan seorang hakim. Dengan menunjuk asistennya, sang hakim minta sang asisten untuk bertanya kepada mereka yang dicurigai, dengan nada yang membentak, dia berkata “Siapa yang mencuri barang fulan???”
Beberapa orang tampak gugup, hanya ada satu yang tenang seperti tidak terjadi apa-apa. Akhirnya sang asisten dan hakim menilai, yang tenang inilah pencurinya. Karena seorang pencuri, sudah pasti bakal tahu akan terjadi hal demikian, dan tentunya dia sudah menyiapkan mental dan meneguhkan hati untuk bersandiwara seakan-akan dia akan nampak seperti bukan pelaku pencurian.
Begitulah tokoh yang menipu Mas Tono ini. Sungguh sangat sistemik dan rapih sekali. Sehingga beliau tidak curiga. niat untuk berbuat kebaikan, tapi pada tempat yang salah. Mas, semoga Allah karunikan rezeki yang melimpah untukmu. Percayalah Mas, sesungguhnya Wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Engkau belum menikah dan engkau adalah orang yang baik, maka wanita yang baik itu pasti datang untukmu.
Untaian kata yang mengalir dari bibirmu, sifat yang kau tunjukkan padaku, semuanya memberi pelajaran dan hikmah untukku. Yaahh,,, para pembaca, apakah aku bisa menjadi sedewasa mereka? Mudah-mudahan bisa. Aamiin...

















1 komentar:
setelah membaca artikel akhi. saya teringat begitu banyak kejadian yang hampir sama dengan kisah tadi(red* Hilang ukhuwah itu hanya demi syahwat politik). semoga para ikhwah paham benar arti ukhuwah tersebut sehingga tiada satu pun orang terdzolimin berkedokan ukhuwah. ciri2 orang beriman apabila ia mencintai saudaranya melebihi cintanya pada dirinya sendiri. nah apakah dikalangan ikhwah seperti itu. sedangkan kasus di atas menyimpulkan sendiri jawaban itu. afwan
Poskan Komentar
Katakan Apa Yang Ingin Anda Katakan... ^_^